Israel Masih Menggila Jelang Ramadan, Erdogan Buka Suara

SHARE  

Foto kolase Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Getty Images via AFP & ABIR SULTAN POOL/Pool via REUTERS) Foto: Foto kolase Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Getty Images via AFP & ABIR SULTAN POOL/Pool via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemukim Israel adalah salah satu hambatan utama dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

“Salah satu hambatan terbesar dalam mencapai solusi adalah tindakan para perampas kekuasaan, yang disebut pemukim, yang telah menyerbu dan mencuri tanah milik warga Palestina,” kata Erdogan saat konferensi pers dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas yang sedang berkunjung, dilansir AFP, Rabu (6/3/2024).

Erdogan, seorang pendukung vokal perjuangan Palestina, juga menyerukan akses tidak terbatas ke masjid Al-Aqsa di Yerusalem selama Ramadan, yang akan dimulai tahun ini pada 10 atau 11 Maret.

Baca: Media Asing Soroti Isu Kecurangan Pemilu RI, Singgung Hak Angket DPR

“Tuntutan politisi radikal Israel untuk membatasi masuknya umat Islam… benar-benar tidak masuk akal,” katanya. “Konsekuensi dari tindakan seperti itu tidak diragukan lagi akan sangat serius.”

“Kita akan memulai bulan Ramadan,” kata Abbas. “Sudah diketahui umum bahwa pemukim ekstremis pergi ke Al-Aqsa dan melakukan serangan di sana.”

Sementara itu, Israel mengatakan pada Selasa bahwa mereka akan mengizinkan jamaah Muslim untuk mengakses Masjid Al-Aqsa selama minggu pertama Ramadan sebanyak tahun-tahun sebelumnya, dan akan menilai situasinya setiap minggu.

Setiap tahun, puluhan ribu jamaah Muslim melaksanakan salat Ramadan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Situs tersebut, yang dikenal sebagai Temple Mount bagi orang Yahudi, adalah tempat suci bagi orang Yahudi dan Muslim.

Baca: 7 Update Baru Gaza: Total Korban hingga Kabinet Perang Israel di AS

Ramadan datang tahun ini ketika Israel melancarkan kampanye militer tanpa henti di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan mematikan oleh Hamas di Israel pada 7 Oktober.

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben Gvir baru-baru ini mengatakan bahwa penduduk Palestina di Tepi Barat “tidak boleh” masuk ke Yerusalem untuk beribadah selama Ramadhan.

Baca: Serangan Houthi di Laut Merah Melebar, Kapal di Sini Kena

Ben Gvir memimpin partai sayap kanan yang menganjurkan kendali Yahudi atas kompleks tersebut.

Beberapa hari kemudian, Amerika Serikat meminta Israel untuk mengizinkan umat Islam beribadah di Al-Aqsa.

Abbas berada di Turki untuk membicarakan perang Gaza dan upaya rekonsiliasi antarahttps://ujiemisiapel.com/ faksi-faksi Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*